BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Dari analisis yang telah dilakukan dapat
ditarik kesimpulan bahwa potensi kebangkrutan PT Indocement tunggal Prakarsa
Tbk dengan menggunakan tingkat kesehatan per tahunnya. Tahun 2002 menghasilkan
tingkat kesehatan yang baik dibandingkan tahun – tahun berikutnya dan ditahun
2003 meskipun mengalami penurunan tetapi tidak terlalu signifikan, akan tetapi
pada tahun 2004 terjadi penurunan yang cukup besar dari tahun sebelumnya yang
dikarenakan oleh salah satu faktornya yaitu karena perusahaan mengalami rugi
kurs. Meskipun begitu perusahaan dapat kembali meningkatkan pada tahun 2005
walupun ditahun 2006 kembali menurun karena salah satu faktornya adalah rasio
operasi yang paling rendah dibandingkan tahun yang lainnya serta quick ratio
yang berada dibawah 100% akan tetapi penurunannya tidak terlalu besar seperti
tahun 2004. Begitu juga dengan perhitungan Z-score pada tahun 2002 dan 2003
Z-score perusahaan berada di atas 2,67 akan tetapi menurun sangat tajam pada
tahun 2004 karena nilai X3 yang sangat rendah sehingga Z-score
berada di bawah 2,67 dan kembali membaik ditahun 2005 dan 2006.
Dari hasil analisis tahun 2002-2006,
tahun 2004 yang mempunyai tingkat kesehatan paling rendah dibandingkan tahun
yang lainnya begitupun dengan nilai Z-score berada dibawah 2,67. Oleh karena
itu analisis tingkat kesehatan bisa digunakan untuk memprediksi potensi
kebangkrutan. Secara keseluruhan perusahaan dalam keadaan baik meskipun tahun
2004 mempunyai tingkat kesehatan yang lebih rendah dibandingkan tahun yang lain
dan Z-score dibawah 2,67 tetapi Z-score perusahaan pada tahun 2004 tidak sampai
menyentuh nilai dibawah 1,71 sehingga perusahaan masih berada di wilayah
abu-abu dan belum berada di wilayah kebangkrutan
4.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis, penulis
akan mengemukakan saran yang mungkin dapat dimanfaatkan oleh perusahaan, antara
lain:
1.PT
Indocement Tunggal Prakarsa hendaknya dapat meningkatkan tingkat kesehatan
perusahaan agar tidak terus menurun nantinya ditahun 2007 dan seterusnya akan
tetapi Z-score perusahaan sudah baik dan dapat dipertahankan karena telah
berada di atas 2,67.
2. Meningkatkan rasio operasi karena rasio operasi perusahaan di
tahun 2006 paling rendah dibandingkan tahun–tahun sebelumnya, yaitu dengan
meminimumkan biaya operasi yang dikeluarkan agar peningkatan penjualan bersih
lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya operasi. dan qick ratio yang masih
berada dibawah 100%.
3. Meningkatkan quick ratio karena masih berada dibawah 100%
dengan meningkatkan quick asset seperti kas deposito berjangka dan yang lainnya
agar perusahaan lebih likuid.
4.3
Keterbatasan Penelitian
Penulis menyadari bahwa penulisan ilmiah
ini masih jauh dari sempurna dikarenakan keterbatasan waktu, biaya, maupun
wewenang. Penulisan ilmiah ini dilakukan dengan menggunakan data-data yang
tercantum dalam laporan keuangan publikasi dikarenakan kurangnya wewenang untuk
menggunakan laporan keuangan internal perusahaan. Penulisan ini akan lebih baik
jika menggunakan sebaran data yang lebih representative, misalnya perhitungan
tingkat kesehatan dengan pendekatan altman berdasarkan sifat sebuah industri dan
menggunakan laporan keuangan internal perusahaan serta memiliki waktu dan biaya
yang cukup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar