Sumber:
http://www.nettysadzali.blogspot.com/2012/10/analisis-jurnal-7.html
ANALISIS
JURNAL 5
a. Tema
PELAYANAN PADA PT
(PERSEROAN TERBATAS)
b.Judul
“ANALISIS ANTRIAN NASABAH PADA PT. BANK
INDEX SELINDO CABANG BOGOR”.
c.Tahun dan Nama
Pengarang
1.T. Hani Handoko, Manajemen, edisi kedua, Yogyakarta : Penerbit BPFE, 2003.
2.Tju Tju Tarliah Dimyati dan Ahmad
Dimyati, Riset Operasi ( Operations
Research ) Model-Model Pengambilan Keputusan, Jakarta : Penerbit Sinar Baru
Al Gesindo, 2003.
3.Pangestu Subagyo, Marwan Asri dan T.
Hani Handoko, Dasar-Dasar Riset
Operasi ( Operations Research ),
edisi kedua, Yogyakarta : Penerbit BPFE, 1995.
d.Latar Belakang
Kegiatan bisnis pada saat ini sudah
mulai bergeser dari bidang manufaktur ke bidang jasa. Oleh karena itu, masalah
kualitas pelayanan merupakan prioritas utama. Salah satu bentuk pelayanan
adalah proses antrian, bagaimana suatu bidang pelayanan dapat dibuat secara
efisien. Proses antrian tersebut dapat terlihat setiap hari seperti antrian
pada loket-loket pembayaran telepon, antrian untuk membeli tiket bis di
terminal, antrian di teller bank, dan masih banyak contoh lainnya.
Proses antrian memang sangat penting
dilaksanakan bagi perusahaan jasa termasuk bank untuk memuaskan nasabah dan
juga kelangsungan bank tersebut. Antrian yang lama dan panjang sangat
membosankan dan mengecewakan nasabah. Oleh karena itu masalah antrian menjadi
perhatian Bank Index Selindo dalam memberikan pelayanan yang memuaskan kepada
para nasabahnya, Bank Index Selindo merupakan bank kecil yang sedang
berkembang.
Mengingat masalah tersebut, maka dalam
penulisan ilmiah ini penulis mencoba suatu metode antrian sederhana dengan
menggunakan metode Multi Channel Single
Phase yaitu teori antrian yang sering digunakan mengikuti distribusi poisson, metode ini merupakan
salah satu alat untuk pengambilan keputusan manajemen.
Dan berdasarkan hasil uraian diatas
telah mendorong penulis untuk mengambil judul tentang “ANALISIS ANTRIAN NASABAH PADA
PT. BANK INDEX SELINDO CABANG BOGOR.”
e.Rumusan Masalah
Dalam
hal ini penulis ingin membahas bagaimana proses antrian yang terjadi pada Bank Index
Selindo dengan menggunakan metode antrian yaitu Multi Channel - Single Phase untuk menentukan jumlah teller optimal
yang sebaiknya dioperasikan pada hari kerja.
f. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dari
penulisan ilmiah ini adalah :
1.Untuk
menganalisis antrian pada teller.
2.Untuk
menentukan jumlah teller yang sebaiknya dioperasikan pada hari kerja.
g.Metodologi Penelitian
1.Objek Penelitian
Penelitian dilakukan pada Bank Index
Selindo cabang Bogor yang bertempat di Jl. Surya Kencana No. 199 ( Bogor ).
Dalam hal ini objek penelitian adalah para nasabah pada Bank Index Selindo
Cabang Bogor.
2.Metode Pengumpulan Data
Di dalam penyusunan penulisan ilmiah
ini penulis memerlukan sumber sumber data yang erat kaitannya dengan judul
penulisan ilmiah ini. Adapun metode penulisan yang digunakan adalah sebagai
berikut :
a.Observasi, dengan mendatangi objek yang
bersangkutan untuk mendapatkan data yang diperlukan.
b.Wawancara
yaitu dengan mendatangi dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada salah satu
karyawan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan.
3.Hipotesis
Diasumsikan di bagian teller pada Bank
Index Selindo Cabang Bogor dapat melayani nasabah secara optimal dengan 3
teller.
h.Pembahasan
1.Data dan Profil Objek Penelitian
Pada saat ini Bank Index Selindo Cabang
Bogor memiliki kurang lebih 22.374 nasabah. rata-rata tiap bulannya nasabah
yang aktif melakukan transaksi hanya 19.261 nasabah. Bank Index Selindo tidak
hanya melayani nasabah cabang yang bersangkutan, tetapi juga melayani nasabah
dari cabang lain ataupun masyarakat umum yang memanfaatkan jasa pelayanan Bank
Index Selindo cabang Bogor.
Bank Index Selindo merupakan salah satu bank yang sedang
berkembang sehingga banyak transaksi yang harus dilayani dengan baik dan
memuaskan nasabahnya. Hal tersebut menimbulkan suatu antrian. Antrian merupakan
salah satu masalah dalam system pelayanan pada Bank Index Selindo, karena hal
tersebut berkaitan dengan kepuasan pelayanan kepada nasabah.
Berdasarkan analisa yang dilakukan,
maka kondisi pada hari sibuk Bank Index Selindo cabang Bogor biasanya terjadi
pada hari Senin dan Jum’at. Sedangkan pada hari Selasa, Rabu dan Kamis
merupakan kondisi hari biasa bank Index Selindo Cabang Bogor dan antrian yang
terjadi tidak terlalu panjang atau mulai berkurang.
Dalam memberikan pelayanan Bank Index
Selindo Cabang Bogor menyediakan 3 teller selama 6 jam ( 09.00 – 12.00 dan
13.00 – 16.00 ) per hari kerja ( Senin – Jum’at ). Pada hari sibuk dan hari
biasa sama-sama dioperasikan 3 ( tiga ) buah teller dengan satu orang karyawan
bertanggung jawab atas satu teller.
2.Analisa Hasil Perhitungan antara Mengoperasikan 3 buah Teller dengan 4 buah Teller
Jadi dengan mengoperasikan 3 teller di Bank Index Selindo Cabang Bogor
kurang optimal untuk melayani nasabahnya. Dengan mengesampingkan faktor biaya
yang dikeluarkan oleh bank maupun dari nasabah, maka sebaiknya Bank Index
Selindo Cabang Bogor mengoperasikan 4 teller.
i. Hasil
1.Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah
dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Jumlah teller yang disediakan Bank
Index Selindo Cabang Bogor belum optimal dan diperlukan tambahan teller baru
karena terjadi perbedaan yang cukup
besar dalam antrian.
2.Saran
Dengan hasil yang didapat perlu
direkomendasikan kepada bank Index Selindo cabang Bogor untuk menambah teller
baru, karena jumlah teller yang disediakan belum mampu mengatasi antrian
nasabah. Selain itu Bank Index Selindo Cabang Bogor harus meningkatkan
pemasaran produk - produk bank untuk
meningkatkan jumlah nasabah dan mengoptimalkan karyawan teller, dan sebaiknya
Bank Index Selindo cabang Bogor menambah 1 ( satu ) buah teller menjadi 4 buah
teller.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar