Nama:CHAIRUL FIRDAUS
Kelas:4ea17
Npm:11210537
Tugas Ke: 3
- Tema
“
ANALISIS KINERJA OPERATOR INDONESIA (TELKOMSEL DAN XL) ”
Judul
“Etika Pelayanan Kinerja Operator
Indonesia (Telkomsel Dan XL) Terhadap Konsumen”
(CHAIRUL
FIRDAUS,KELAS;4EA17,NMP:1120537“Etika Pelayanan Kinerja Operator
Indonesia (Telkomsel Dan XL) Terhadap Konsumen”
ABSTRAK
Dalam dunia bisnis, iklan merupakan satu kekuatan
yang dapat digunakan untuk menarik konsumen sebanyak-banyaknya. Penekanan utama
iklan adalah akses informasi dan promosi dari pihak produsen kepada konsumen.
Sebagai media, baik yang berupa visual atau oral, iklan jenis punya tendensi
untuk mempengaruhi khalayak umum untuk mencapai target keuntungan. Tulisan ini
mencoba memaparkan etika dalam iklan. Apa saja kerugian yang ditanggung oleh
produsen dengan iklan dan apa pengaruhnya dalam dunia ekonomi, politik, bidaya,
moral, dan agama. Untuk itulah perlu ada prinsip-prinsip yang perlu
diperhatikan dalam dunia periklanan agar segi negatif dari iklan itu bisa
dikurangi.
Latar Belakang Masalah
Berbagai
jenis layanan operator selular telah hadir di Indonesia. Tentu saja media
promosi yang digunakan melalui media untuk menyakinkan pengguna handphone
selular yang berlomba dapat meyakinkan pemirsa bagaimanapun caranya. Proses
penyampaian sesuatu hal yang dilakukan melalui media untuk kepraktisan hidup.
Hal itu diharapkan masyarakat menggunakan jasa operator yang telah mereka
tawarkan. Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi menjaring semua lapisan
masyarakat, mulai dari; anak-anak, remaja, pemuda, dan orang tua.
Telkomsel
masih tercatat sebagai operator incumbent dengan penguasaan pasar lebih dari 50
persen, disusul oleh Indosat, XL, lalu operator-operator kecil yang baru muncul
beberapa tahun belakangan.
Telkomsel
masih tercatat sebagai operator incumbent dengan penguasaan pasar lebih dari 50
persen, disusul oleh Indosat, XL. Sampai saat ini telkomsel sebagai operator
telekomunikasi terbesar nomor satu di Indonesia, yang seharusnya memberikan
ancaman serius bagi operator Indosat, meski potensi untuk melakukan
‘pengejaran’ masih jauh dari jangkauan.
Dalam
strategi marketing, terutama dalam iklan-iklan keduanya secara terus menerus
yang bertebaran di layar televisi, masing-masing provider tersebut tidak mau
kalah dan saling menyerang antara kedua provider tersebut.
Iklan-iklan
tersebut selalu berisi kritik sosial berperang merebut hati pelanggan
adalah target para pekerja iklan. Masing-masing pembuat iklan berjuang
mengungkapkan secara intens karakteristik model iklan dalam bahasa tuturan yang
secara semantik sedikit banyak memiliki pertentangan arti. Bahkan cenderung
terdapat di dalamnya ambiguitas bentuk dan makna.Iklan tidak muncul tanpa
hambatan. Kaidah-kaidah, norma-norma, peraturan yang berlaku tertulis atau
tidak tertulis, ikut memaksa para kreator periklanan untuk lebih berkreasi di
tengah hiruk-pikuk persaingan ide dan gagasan
Bagaimana
langkah perusahaan operator dalam menyiasati produknya agar bisa diterima
masyarakat dari tahun ketahun.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana
bentuk stategi dalam pemasaran masing-masing produk agar bisa diterima
masyarakat.
2. Mendayagunakan
iklan yang diharapkan bisa diterima semua kalangan masyarakat tanpa menyinggung
pihak lain.
C. Tujuan Penelitian
1.
Menjadi keputusan terbaik yang bisa dipakai dalam strategi pemasaran dalam
lingkup nasional.
KAJIAN TEORI
Strategi pemasaran Telkomsel
Melanjutkan
tulisan diatas, maraknya persaingan di dunia operator seluler di Indonesia,
menunjukan bahwa Indonesia salah satu bagian negara di belahan dunia merupakan
pangsa pasar yang sangat menguntungkan untuk direbut. Berbagai operator seluler
bermunculan dengan antusias untuk meramaikan persaingan operator di Indonesia,
Berbagai macam strategi dan promosi dilakukan untuk meningkatkan penggunaan
produk yang ditawarkan semua operator.
Dibawah
ini saya paparkan hal yang menarik (tentu saja menurut saya), strategi promosi
operator seluler yang (menurut saya lagi) ini sangat menguntungkan konsumen, yaitu.
- Layanan Halo Hybrid dari Telkomsel
Halo
Hybrid merupakan produk pertama di Indonesia yang menyajikan 2 layanan kartu
seluler (pascabayar dan prabayar), sekaligus dalam satu nomor
- Telkomsel
Telkomsel
merupakan penyedia layanan telekomunikasi seluler dengan teknologi GSM dan 3G.
Melalui penawaran serangkaian produknya, seperti kartuHALO, simPATI
dan Kartu As, Telkomsel menawarkan layanan pascabayar dan layanan prabayar.
Para pelanggan dan pengguna Telkomsel mendapatkan beragam fitur, aplikasi dan
layanan bernilai tambah (value added service), termasuk SMS, WAP, GPRS,
MMS , Wi-Fi , roaming internasional, mobile banking,
CSD dan EDGE. Seluruh fitur layanan tersebut didukung oleh jangkauan sinyal yang
luas dan tarif yang kompetitif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan
komunikasi dan multimedia.
- kartuHALO.
kartuHALO
diperkenalkan pertama kali pada tahun 1995 dan merupakan kartu pascabayar yang
paling banyak digunakan. Pada akhir tahun 2009 kami memiliki 2 (dua) juta
pelanggan kartuHALO. Dengan pangsa pasar sekitar 38,2% dari pelanggan
pascabayar, kartuHALO tetap menjadi pemimpin pasar pada segmen ini.
- simPATI.
Produk
ini merupakan kartu prabayar pertama dan terpopuler di Asia dan merupakan
produk Telkomsel yang paling sukses. Perbedaan dengan layanan prabayar operator
lainnya adalah simPATI memberikan jasa roaminginternasional
dan bebas roaming nasional /domestik . Keunggulan kompetitif
lain dari simPATI adalah fitur keamanannya (bebas dari penyadapan
dan penggandaan), kemudahan akses serta harga yang terjangkau. Seluruh
pelanggan simPATI akan mendapat nilai layanan yang optimal dan berkesinambungan
akan penggunaan kartu tersebut.
- Kartu AS.
Diluncurkan
pada tahun 2004 dan produk ini merupakan kartu prabayar yang murah dan
terjangkau. Kartu AS dapat digunakan di seluruh Indonesia dengan tarif
percakapan yang sangat kompetitif.
Sambungan Telepon Tidak Bergerak KabeL
- TELKOMLokal.
- TELKOMSLJJ
- TELKOMSLI-007
- TELKOMSpeed
Strategi pemasaran XL
Perusahaan
operator XL berusaha agar mengubah citra ‘Perseroan’ yang selama ini memiliki
citra ‘mahal’ menjadi terjangkau, muda, dinamis, trendi dan sangat memahami
kebutuhan pelanggan XL . XL siap dan mampu untuk memenuhi semua kebutuhan
pelanggan. mampu menyediakan berbagai kebutuhan pelanggan, baik layanan dasar
yang berbiaya rendah ataupun layanan dengan berbagai nilai tambah Didukung
dengan jalur distribusi serta cakupan jaringan yang luas.
Seiring
dengan tujuan XL untuk meraih peluang pertumbuhan, maka pada tahun 2006 XL
memperluas saluran distribusinya melalui pembukaan sejumlah XLCenter baru serta
bermitra dengan lebih banyak lagi gerai XL Kita, tidak hanya di kota-kota besar
seperti Jakarta, Bandung, Denpasar, Surabaya, Medan, dan Padang, tapi juga di
daerah-daerah terpencil, seperti Karang Intan di Kalimantan Selatan.
Oleh
karena itu, pada akhir tahun 2006, jumlah XL Kita melonjak sebesar 73% hingga
menjadi 33.599 gerai, dibandingkan 19.366 gerai pada tahun 2005. Sementara itu,
jumlah XL Center meningkat hingga berjumlah 156 gerai di akhir tahun 2006 dari
130 gerai di akhir tahun 2005
Berikut
ini daftar produk yang dikeluarkan XL :
- XmartPlan
adalah
inovasi terbaru XL yang ditujukan untuk memaksimalkan fungsi Smartphone Anda.
Dirancang untuk memberikan pengalaman yang baik saat melakukan aktivitas
komunikasi, XmartPlan hadir dengan personal experience XLangkah lebih maju
melalui beragam keunggulan seperti GRATIS Nelpon, SMS, Internet, serta kualitas
jaringan yang selalu terdepan.
Fitur
dan kelebihan/bonus menarik paket XmartPlan:
- Streaming video tanpa buffering
- Menu UMB *123# khusus untuk pengguna SmartPhone
- Bonus Internet + Nelpon + SMS GRATIS
- Kualitas suara yang lebih jernih
- Koneksi Internet yang lebih cepat sampai dengan 7,2 Mbps
- Paket serba seribu
Dengan
mengetik dan kemudian mendial dari handphone anda *123*1000# . Semua menu
pilihan yang ditawarkan bisa anda pilih
- Paket super hemat
Dengan
mengetik dan kemudian mendial dari handphone anda *123# .Berbagai pilihan hemat
untuk kebutuhan bisa diatur anda.
- XL pasca bayar
adalah
perhitungan tarif yang menerapkan tarif percakapan per detik dan SMS flat yang
berlaku secara Nasional
- Xplor Family Package
Paket
ini hanya memerlukan satu orang saja untuk mendaftar dan membayar tagihan
hingga sepuluh orang anggota keluarganya. Mereka juga mendapatkan diskon 20%
untuk menelepon anggota keluarga yang telah didaftarkan tersebut
- XplorTalk Power , Xplor SMS Power, Xplor Mix Power suara dan SMS) dan Xplor Data Power
Masing-masing
paket menawarkan harga yang ekonomis dalam menggunakan layanan suara dan SMS di
dalam cakupan jaringan XL dan menerapkan biaya berlangganan per bulan.
- 3G Data Planmobile
Internet
dengan kecepatan tinggi. Ada 2 paket Data Plan yaitu Paket Mega Data yang
menawarkan akses gratis hingga 250MB per bulan dan Paket Giga Data yang
menawarkan akses gratis hingga 3GB per bulan. Masing-masing paket dikenakan
biaya berlangganan per
XL
adalah suatu produk penyedia layanan telekomunikasi yang berada di Indonesia.
Produk produk dari XL in sendiri lebih banyak difokuskan kepada seluruh
kalangan atau seluruh segmentasi pasar.
Bila
dilihat secara menyeluruh. XL melakukan pemasaran dengan cara mengambil
strategi pengembangan solusi korporat di bawah bendera Business Solutions. XL
juga mengambil segmentasi pasar secara menyeluruh dari pasar tingkat bawah
hingga para pengguna layanan 3G.
Jadi
bila dilihat kembali strategi pemasaran yang diambil oleh XL tersebut sangan
signifikan terlihat, dan bila dilihat dari kenyataan yang ada, seluruh kerja
keras XL tampak terbayarkan karna tampak menduduki posisi teratas dalam perang
tariff antara para penyedia layanan telekomunikasi dewasa ini.
A. Definisi Iklan
Menurut
Thomas M. Garret, SJ, iklan dipahami sebagai aktivitas-aktivitas yang lewatnya
pesan-pesan visual atau oral disampaikan kepada khalayak dengan maksud
menginformasikan atau memengaruhi mereka untuk membeli barang dan jasa yang
diproduksi, atau untuk melakukan tindakan-tindakan ekonomi secara positif
terhadap idea-idea, institusi-institusi tau pribadi-pribadi yang terlibat di
dalam iklan tersebut. Untuk membuat konsumen tertarik, iklan harus dibuat
menarik bahkan kadang dramatis. Tapi iklan tidak diterima oleh target tertentu
(langsung). Iklan dikomunikasikan kepada khalayak luas (melalui media massa
komunikasi iklan akan diterima oleh semua orang: semua usia, golongan, suku,
dsb). Sehingga iklan harus memiliki etika, baik moral maupun bisnis.
Masalah
moral dalam iklan muncul ketika iklan kehilangan nilai-nilai informatifnya, dan
menjadi semata-mata bersifat propaganda barang dan jasa demi profit yang
semakin tinggi dari para produsen barang dan jasa maupun penyedia jasa iklan.
Padahal, sebagaimana juga digarisbawahi oleh Britt, iklan sejak semula tidak
bertujuan memperbudak manusia untuk tergantung pada setuap barang dan jasa yang
ditawarkan, tetapi justru menjadi tuan atas diri serta uangnya, yang dengan
bebas menentukan untuk membeli, menunda atau menolak sama sekali barang dan
jasa yang ditawarkan. Hal terakhir ini yang justru menegaskan sekali lagi tesis
bahwa iklan bisa menghasilkan keuntungan-keuntungan bagi masyarkat.
B. Beberapa Prinsip Moral
yang Perlu dalam Iklan
Terdapat
paling kurang 3 prinsip moral yang bisa dikemukakan di sini sehubungan dengan
penggagasan mengenai etika dalam iklan.
Ketiga
prinsip itu adalah
(1)
masalah kejujuran dalam iklan,
(2)
masalah martabat manusia sebagai pribadi, dan
(3)
tanggung jawab sosial yang mesti diemban oleh iklan.
Ketiga
prinsip moral yang juga digaris bawahi oleh dokumen yang dikeluarkan dewan
kepuasan bidang komunikasi sosial untuk masalah etika dalam iklan ini kemudian
akan didialogkan dengan pandangan Thomas M. Gerrett, SJ yang secara khusus
menggagas prinsip-prinsip etika dalam mempengaruhi massa (bagi iklan) dan
prinsip-prinsip etis konsumsi (bagi konsumen). Dengan demikian, uraian berikut
ini akan merupakan “perkawinan” antara kedua pemikiran tersebut.
Metodologi Penelitian
XL
PT
XL Axiata Tbk (dahulu PT Excelcomindo Pratama Tbk), atau disingkat XL, adalah
sebuah perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia. XL mulai
beroperasi secara komersial pada tanggal 8 Oktober 1996, dan merupakan
perusahaan swasta pertama yang menyediakan layanan telepon seluler di
Indonesia. Selain itu XL juga menyediakan layanan korporasi yang termasuk
Internet Service Provider (ISP) dan VoIP.
PrabayarXL
Prabayar XL merupakan peleburan dari 3 produk prabayar XL sebelumnya, yaitu Bebas, Jempol, dan Jimat.
Prabayar XL merupakan peleburan dari 3 produk prabayar XL sebelumnya, yaitu Bebas, Jempol, dan Jimat.
XL
Pascabayar
XL Pascabayar sebelumnya dikenal dengan nama Xplor. Perubahan ini seiring dengan restrukturisasi lini produk XL dimana hanya ada 1 lini produk masing-masing untuk prabayar dan pascabayar.
XL Pascabayar sebelumnya dikenal dengan nama Xplor. Perubahan ini seiring dengan restrukturisasi lini produk XL dimana hanya ada 1 lini produk masing-masing untuk prabayar dan pascabayar.
TELKOMSEL
Telkomsel
adalah operator telekomunikasi seluler GSM pertama di Indonesia dengan layanan
pascabayar kartu HALO yang diluncurkan pada tanggal 26 Mei 1995. Pada tanggal 1
November 1997, Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Asia yang
menawarkan layanan GSM prabayar. Jaringan Telkomsel telah mencakup 288 jaringan
roaming internasional di 155 negara pada akhir tahun 2007. Telkomsel telah
menjadi operator seluler ketujuh di dunia yang mempunyai lebih dari 100 juta
pelanggan dalam satu negara per Mei 2011. Telkomsel memiliki tiga produk GSM,
yaitu SimPATI (prabayar), Kartu AS (prabayar), dan kartu HALO (pascabayar).
Selain itu, Telkomsel juga memiliki layanan internet nirkabel lewat jaringan
telepon seluler, yaitu Telkomsel Flash. Telkomsel bekerja pada jaringan
900/1.800 MHz.
Telkomsel
Poin
Program TELKOMSEL poin adalah merupakan program loyalitas pelanggan, yang ditujukkan untuk seluruh pelanggan TELKOMSEL.
Program TELKOMSEL poin adalah merupakan program loyalitas pelanggan, yang ditujukkan untuk seluruh pelanggan TELKOMSEL.
HSPA+
Mulai September 2009, Telkomsel menambah layanan HSPA+ (High-Speed Packet Access) dengan kecepatan akses hingga 21 Mbps yang rencananya akan diterapkan di 24 kota di Indonesia hingga akhir tahun 2010. Sayangnya, realisasinya belum berjalan maksimal sehingga sebagian besar penggunanya hanya mendapatkan akses kurang dari 64 Kbps.
Mulai September 2009, Telkomsel menambah layanan HSPA+ (High-Speed Packet Access) dengan kecepatan akses hingga 21 Mbps yang rencananya akan diterapkan di 24 kota di Indonesia hingga akhir tahun 2010. Sayangnya, realisasinya belum berjalan maksimal sehingga sebagian besar penggunanya hanya mendapatkan akses kurang dari 64 Kbps.
GraPARI
GraPARI adalah akronim dari Graha Pari Sraya yang dijadikan nama pusat layanan pelanggan Telkomsel. Nama tersebut berasal dari bahasa Sanskerta yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai tanda penghargaan atas diresmikannya kantor pelayanan Telkomsel di Yogyakarta. Sejak saat itu, seluruh pusat layanan pelanggan Telkomsel ditetapkan dengan nama GraPARI Telkomsel.
GraPARI adalah akronim dari Graha Pari Sraya yang dijadikan nama pusat layanan pelanggan Telkomsel. Nama tersebut berasal dari bahasa Sanskerta yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai tanda penghargaan atas diresmikannya kantor pelayanan Telkomsel di Yogyakarta. Sejak saat itu, seluruh pusat layanan pelanggan Telkomsel ditetapkan dengan nama GraPARI Telkomsel.
A. Definisi Iklan
Menurut
Thomas M. Garret, SJ, iklan dipahami sebagai aktivitas-aktivitas yang lewatnya
pesan-pesan visual atau oral disampaikan kepada khalayak dengan maksud
menginformasikan atau memengaruhi mereka untuk membeli barang dan jasa yang
diproduksi, atau untuk melakukan tindakan-tindakan ekonomi secara positif
terhadap idea-idea, institusi-institusi tau pribadi-pribadi yang terlibat di
dalam iklan tersebut. Untuk membuat konsumen tertarik, iklan harus dibuat
menarik bahkan kadang dramatis. Tapi iklan tidak diterima oleh target tertentu
(langsung). Iklan dikomunikasikan kepada khalayak luas (melalui media massa
komunikasi iklan akan diterima oleh semua orang: semua usia, golongan, suku,
dsb). Sehingga iklan harus memiliki etika, baik moral maupun bisnis.
Masalah
moral dalam iklan muncul ketika iklan kehilangan nilai-nilai informatifnya, dan
menjadi semata-mata bersifat propaganda barang dan jasa demi profit yang
semakin tinggi dari para produsen barang dan jasa maupun penyedia jasa iklan.
Padahal, sebagaimana juga digarisbawahi oleh Britt, iklan sejak semula tidak
bertujuan memperbudak manusia untuk tergantung pada setuap barang dan jasa yang
ditawarkan, tetapi justru menjadi tuan atas diri serta uangnya, yang dengan
bebas menentukan untuk membeli, menunda atau menolak sama sekali barang dan
jasa yang ditawarkan. Hal terakhir ini yang justru menegaskan sekali lagi tesis
bahwa iklan bisa menghasilkan keuntungan-keuntungan bagi masyarkat.
B. Beberapa Prinsip Moral
yang Perlu dalam Iklan
Terdapat
paling kurang 3 prinsip moral yang bisa dikemukakan di sini sehubungan dengan
penggagasan mengenai etika dalam iklan.
Ketiga
prinsip itu adalah
(1)
masalah kejujuran dalam iklan,
(2)
masalah martabat manusia sebagai pribadi, dan
(3)
tanggung jawab sosial yang mesti diemban oleh iklan.
Ketiga
prinsip moral yang juga digaris bawahi oleh dokumen yang dikeluarkan dewan
kepuasan bidang komunikasi sosial untuk masalah etika dalam iklan ini kemudian
akan didialogkan dengan pandangan Thomas M. Gerrett, SJ yang secara khusus
menggagas prinsip-prinsip etika dalam mempengaruhi massa (bagi iklan) dan
prinsip-prinsip etis konsumsi (bagi konsumen). Dengan demikian, uraian berikut
ini akan merupakan “perkawinan” antara kedua pemikiran tersebut.
Penutup
Kesimpulan
Dalam
periklanan kita tidak dapat lepas dari etika. Dimana di dalam iklan itu sendiri
mencakup pokok-pokok bahasan yang menyangkut reaksi kritis masyarakat Indonesia
tentang iklan yang dapat dipandang sebagai kasus etika periklanan. Iklan
mempunyai unsur promosi, merayu konsumen, iklan ingin mengiming-imingi calon
pembeli. Karena itu bahasa periklanan mempergunakan retorika sendiri. Masalah
manipulasi yang utama berkaitan dengan segi persuasive dari iklan (tapi tidak
terlepas juga dari segi informatifnya). Karena dimanipulasi, seseorang
mengikuti motivasi yang tidak berasal dari dirinya sendiri, tapi ditanamkan
dalam dirinya dari luar. Maka di dalam bisnis periklanan perlulah adanya
kontrol tepat yang dapat mengimbangi kerawanan tersebut.
Etika
bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk
membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta
mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan
suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis ,
organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya
perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten
dan konsekuen.
Seperti
pada kasus PT Megarsari Makmur (produk HIT) masalah yang terjadi dikarenakan
kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai kandungan-kandungan apa saja yang
terkandung dalam produk tersebut
Saran
1.Pertama,
dari sudut pandang etika periklanan (mengacu pada kitab Etika Pariwara
Indonesia), jelas bahwa pernyataan “termurah” (suatu bentuk pernyataan
superlatif) yang tidak didukung oleh fakta-fakta yang obyektif adalah tidak
etis.
2.Kedua,
dari sudut ilmu komunikasi periklanan: iklan pada dasarnya (esensinya) adalah
suatu janji. Janji antara produsen/penyedia jasa dengan para konsumennya. Hasil
polling ini jelas menunjukkan bahwa isi iklan dari produk tersebut yang
menjanjikan harga termurah ternyata berbahaya bagi kesehatan.
3.Etika
(untuk profesi atau bidang apapun juga) disusun berdasarkan tata budaya
ada disuatu bangsa. Etika mengatur hal-hal yang dianggap normatif
(diterima/dibenarkan) oleh kebanyakan masyarakat di suatu negara. Dengan
demikian seharusnya justru etika dipandang dengan sangat positif sebagai suatu
panduan untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak akan diterima dengan baik oleh
masyarakat (konsumen).
Melakukan
apa saja untuk mendapatkan keuntungan pada dasarnya boleh dilakukan asal tidak
merugikan pihak mana pun dan tentu saja pada jalurnya. Disini perusahaan
seharusnya lebih mementingkan keselamatan konsumen yang menggunakan produknya
karena dengan meletakkan keselamatan konsumen diatas kepentingan perusahaan
maka perusahaan itu sendiri akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena
kepercayaan / loyalitas konsumen terhadap produk itu sendiri.
Daftar pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar