Rabu, 20 November 2013

TUGAS SOFTSKILL KE-3 Iklan dalam etika dan estetika

 Nama:CHAIRUL FIRDAUS
 Kelas:4ea17
 Npm:11210537

Tugas Ke: 3

  • Tema
“ ANALISIS KINERJA OPERATOR INDONESIA (TELKOMSEL DAN XL) ”
            Judul
“Etika Pelayanan Kinerja Operator Indonesia (Telkomsel Dan XL) Terhadap Konsumen”
(CHAIRUL FIRDAUS,KELAS;4EA17,NMP:1120537“Etika Pelayanan Kinerja Operator Indonesia (Telkomsel Dan XL) Terhadap Konsumen”
ABSTRAK
Dalam dunia bisnis, iklan merupakan satu kekuatan yang dapat digunakan untuk menarik konsumen sebanyak-banyaknya. Penekanan utama iklan adalah akses informasi dan promosi dari pihak produsen kepada konsumen. Sebagai media, baik yang berupa visual atau oral, iklan jenis punya tendensi untuk mempengaruhi khalayak umum untuk mencapai target keuntungan. Tulisan ini mencoba memaparkan etika dalam iklan. Apa saja kerugian yang ditanggung oleh produsen dengan iklan dan apa pengaruhnya dalam dunia ekonomi, politik, bidaya, moral, dan agama. Untuk itulah perlu ada prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam dunia periklanan agar segi negatif dari iklan itu bisa dikurangi.
    Latar Belakang Masalah
Berbagai jenis layanan operator selular telah hadir di Indonesia. Tentu saja media promosi yang digunakan melalui media untuk menyakinkan pengguna handphone selular yang berlomba dapat meyakinkan pemirsa bagaimanapun caranya. Proses penyampaian sesuatu hal yang dilakukan melalui media untuk kepraktisan hidup. Hal itu diharapkan masyarakat menggunakan jasa operator yang telah mereka tawarkan. Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi menjaring semua lapisan masyarakat, mulai dari; anak-anak, remaja, pemuda, dan orang tua.
Telkomsel masih tercatat sebagai operator incumbent dengan penguasaan pasar lebih dari 50 persen, disusul oleh Indosat, XL, lalu operator-operator kecil yang baru muncul beberapa tahun belakangan.
Telkomsel masih tercatat sebagai operator incumbent dengan penguasaan pasar lebih dari 50 persen, disusul oleh Indosat, XL. Sampai saat ini telkomsel sebagai operator telekomunikasi terbesar nomor satu di Indonesia, yang seharusnya memberikan ancaman serius bagi operator Indosat, meski potensi untuk melakukan ‘pengejaran’ masih jauh dari jangkauan.
Dalam strategi marketing, terutama dalam iklan-iklan keduanya secara terus menerus yang bertebaran di layar televisi, masing-masing provider tersebut tidak mau kalah dan saling menyerang antara kedua provider tersebut.
Iklan-iklan tersebut selalu berisi kritik sosial berperang merebut hati pelanggan adalah target para pekerja iklan. Masing-masing pembuat iklan berjuang mengungkapkan secara intens karakteristik model iklan dalam bahasa tuturan yang secara semantik sedikit banyak memiliki pertentangan arti. Bahkan cenderung terdapat di dalamnya ambiguitas bentuk dan makna.Iklan tidak muncul tanpa hambatan. Kaidah-kaidah, norma-norma, peraturan yang berlaku tertulis atau tidak tertulis, ikut memaksa para kreator periklanan untuk lebih berkreasi di tengah hiruk-pikuk persaingan ide dan gagasan
Bagaimana langkah perusahaan operator dalam menyiasati produknya agar bisa diterima masyarakat dari tahun ketahun.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana bentuk stategi dalam pemasaran masing-masing produk agar bisa diterima masyarakat.
2.      Mendayagunakan iklan yang diharapkan bisa diterima semua kalangan masyarakat tanpa menyinggung pihak lain.
C.    Tujuan Penelitian
1.   Menjadi keputusan terbaik yang bisa dipakai dalam strategi pemasaran dalam lingkup nasional.
KAJIAN TEORI
Strategi pemasaran Telkomsel
Melanjutkan tulisan diatas, maraknya persaingan di dunia operator seluler di Indonesia, menunjukan bahwa Indonesia salah satu bagian negara di belahan dunia merupakan pangsa pasar yang sangat menguntungkan untuk direbut. Berbagai operator seluler bermunculan dengan antusias untuk meramaikan persaingan operator di Indonesia, Berbagai macam strategi dan promosi dilakukan untuk meningkatkan penggunaan produk yang ditawarkan  semua operator.
Dibawah ini saya paparkan hal yang menarik (tentu saja menurut saya), strategi promosi operator seluler yang (menurut saya lagi) ini sangat menguntungkan konsumen, yaitu.
  • Layanan Halo Hybrid dari Telkomsel
Halo Hybrid merupakan produk pertama di Indonesia yang menyajikan 2 layanan kartu seluler (pascabayar dan prabayar), sekaligus dalam satu nomor
  • Telkomsel
Telkomsel merupakan penyedia layanan telekomunikasi seluler dengan teknologi GSM dan 3G. Melalui penawaran serangkaian produknya, seperti kartuHALO, simPATI dan Kartu As, Telkomsel menawarkan layanan pascabayar dan layanan prabayar. Para pelanggan dan pengguna Telkomsel mendapatkan beragam fitur, aplikasi dan layanan bernilai tambah (value added service), termasuk SMS, WAP, GPRS, MMS , Wi-Fi , roaming internasionalmobile banking, CSD dan EDGE. Seluruh fitur layanan tersebut didukung oleh jangkauan sinyal yang luas dan tarif yang kompetitif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan komunikasi dan multimedia.
  • kartuHALO.
kartuHALO diperkenalkan pertama kali pada tahun 1995 dan merupakan kartu pascabayar yang paling banyak digunakan. Pada akhir tahun 2009 kami memiliki 2 (dua) juta pelanggan kartuHALO. Dengan pangsa pasar sekitar 38,2% dari pelanggan pascabayar, kartuHALO tetap menjadi pemimpin pasar pada segmen ini.
  • simPATI.
Produk ini merupakan kartu prabayar pertama dan terpopuler di Asia dan merupakan produk Telkomsel yang paling sukses. Perbedaan dengan layanan prabayar operator lainnya adalah simPATI memberikan jasa roaminginternasional dan bebas roaming nasional /domestik . Keunggulan kompetitif lain dari simPATI adalah fitur keamanannya (bebas dari penyadapan dan penggandaan), kemudahan akses serta harga yang terjangkau. Seluruh pelanggan simPATI akan mendapat nilai layanan yang optimal dan berkesinambungan akan penggunaan kartu tersebut. 


  •  Kartu AS.
Diluncurkan pada tahun 2004 dan produk ini merupakan kartu prabayar yang murah dan terjangkau. Kartu AS dapat digunakan di seluruh Indonesia dengan tarif percakapan yang sangat kompetitif.
Sambungan Telepon Tidak Bergerak KabeL
  • TELKOMLokal.
  • TELKOMSLJJ
  • TELKOMSLI-007
  • TELKOMSpeed
Strategi pemasaran XL
Perusahaan operator XL berusaha agar mengubah citra ‘Perseroan’ yang selama ini memiliki citra ‘mahal’ menjadi terjangkau, muda, dinamis, trendi dan sangat memahami kebutuhan pelanggan XL . XL siap dan mampu untuk memenuhi semua kebutuhan pelanggan. mampu menyediakan berbagai kebutuhan pelanggan, baik layanan dasar yang berbiaya rendah ataupun layanan dengan berbagai nilai tambah  Didukung dengan jalur distribusi serta cakupan jaringan yang luas.
Seiring dengan tujuan XL untuk meraih peluang pertumbuhan, maka pada tahun 2006 XL memperluas saluran distribusinya melalui pembukaan sejumlah XLCenter baru serta bermitra dengan lebih banyak lagi gerai XL Kita, tidak hanya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Denpasar, Surabaya, Medan, dan Padang, tapi juga di daerah-daerah terpencil, seperti Karang Intan di Kalimantan Selatan.
Oleh karena itu, pada akhir tahun 2006, jumlah XL Kita melonjak sebesar 73% hingga menjadi 33.599 gerai, dibandingkan 19.366 gerai pada tahun 2005. Sementara itu, jumlah XL Center meningkat hingga berjumlah 156 gerai di akhir tahun 2006 dari 130 gerai di akhir tahun 2005

Berikut ini daftar produk yang dikeluarkan XL :
  • XmartPlan
adalah inovasi terbaru XL yang ditujukan untuk memaksimalkan fungsi Smartphone Anda. Dirancang untuk memberikan pengalaman yang baik saat melakukan aktivitas komunikasi, XmartPlan hadir dengan personal experience XLangkah lebih maju melalui beragam keunggulan seperti GRATIS Nelpon, SMS, Internet, serta kualitas jaringan yang selalu terdepan.
Fitur dan kelebihan/bonus menarik paket XmartPlan:
  1. Streaming video tanpa buffering
  2. Menu UMB *123# khusus untuk pengguna SmartPhone
  3. Bonus Internet + Nelpon + SMS GRATIS
  4. Kualitas suara yang lebih jernih
  5. Koneksi Internet yang lebih cepat sampai dengan 7,2 Mbps
  • Paket serba seribu
Dengan mengetik dan kemudian mendial dari handphone anda *123*1000# . Semua menu pilihan yang ditawarkan bisa anda pilih
  • Paket super hemat
Dengan mengetik dan kemudian mendial dari handphone anda *123# .Berbagai pilihan hemat untuk kebutuhan bisa diatur anda.
  • XL pasca bayar
adalah perhitungan tarif yang menerapkan tarif percakapan per detik dan SMS flat yang berlaku secara Nasional
  • Xplor Family Package
Paket ini hanya memerlukan satu orang saja untuk mendaftar dan membayar tagihan hingga sepuluh orang anggota keluarganya. Mereka juga mendapatkan diskon 20% untuk menelepon anggota keluarga yang telah didaftarkan tersebut
  • XplorTalk Power , Xplor SMS Power, Xplor Mix Power suara dan SMS) dan Xplor Data Power
Masing-masing paket menawarkan harga yang ekonomis dalam menggunakan layanan suara dan SMS di dalam cakupan jaringan XL dan menerapkan biaya berlangganan per bulan.
  • 3G Data Planmobile
Internet dengan kecepatan tinggi. Ada 2 paket Data Plan yaitu Paket Mega Data yang menawarkan akses gratis hingga 250MB per bulan dan Paket Giga Data yang menawarkan akses gratis hingga 3GB per bulan. Masing-masing paket dikenakan biaya berlangganan per
XL adalah suatu produk penyedia layanan telekomunikasi yang berada di Indonesia. Produk produk dari XL in sendiri lebih banyak difokuskan kepada seluruh kalangan atau seluruh segmentasi pasar.
Bila dilihat secara menyeluruh. XL melakukan pemasaran dengan cara mengambil strategi pengembangan solusi korporat di bawah bendera Business Solutions. XL juga mengambil segmentasi pasar secara menyeluruh dari pasar tingkat bawah hingga para pengguna layanan 3G.
Jadi bila dilihat kembali strategi pemasaran yang diambil oleh XL tersebut sangan signifikan terlihat, dan bila dilihat dari kenyataan yang ada, seluruh kerja keras XL tampak terbayarkan karna tampak menduduki posisi teratas dalam perang tariff antara para penyedia layanan telekomunikasi dewasa ini.
A. Definisi Iklan
Menurut Thomas M. Garret, SJ, iklan dipahami sebagai aktivitas-aktivitas yang lewatnya pesan-pesan visual atau oral disampaikan kepada khalayak dengan maksud menginformasikan atau memengaruhi mereka untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi, atau untuk melakukan tindakan-tindakan ekonomi secara positif terhadap idea-idea, institusi-institusi tau pribadi-pribadi yang terlibat di dalam iklan tersebut. Untuk membuat konsumen tertarik, iklan harus dibuat menarik bahkan kadang dramatis. Tapi iklan tidak diterima oleh target tertentu (langsung). Iklan dikomunikasikan kepada khalayak luas (melalui media massa komunikasi iklan akan diterima oleh semua orang: semua usia, golongan, suku, dsb). Sehingga iklan harus memiliki etika, baik moral maupun bisnis.
Masalah moral dalam iklan muncul ketika iklan kehilangan nilai-nilai informatifnya, dan menjadi semata-mata bersifat propaganda barang dan jasa demi profit yang semakin tinggi dari para produsen barang dan jasa maupun penyedia jasa iklan. Padahal, sebagaimana juga digarisbawahi oleh Britt, iklan sejak semula tidak bertujuan memperbudak manusia untuk tergantung pada setuap barang dan jasa yang ditawarkan, tetapi justru menjadi tuan atas diri serta uangnya, yang dengan bebas menentukan untuk membeli, menunda atau menolak sama sekali barang dan jasa yang ditawarkan. Hal terakhir ini yang justru menegaskan sekali lagi tesis bahwa iklan bisa menghasilkan keuntungan-keuntungan bagi masyarkat.
B. Beberapa Prinsip Moral yang Perlu dalam Iklan
Terdapat paling kurang 3 prinsip moral yang bisa dikemukakan di sini sehubungan dengan penggagasan mengenai etika dalam iklan.
Ketiga prinsip itu adalah
(1) masalah kejujuran dalam iklan,
(2) masalah martabat manusia sebagai pribadi, dan
(3) tanggung jawab sosial yang mesti diemban oleh iklan.
Ketiga prinsip moral yang juga digaris bawahi oleh dokumen yang dikeluarkan dewan kepuasan bidang komunikasi sosial untuk masalah etika dalam iklan ini kemudian akan didialogkan dengan pandangan Thomas M. Gerrett, SJ yang secara khusus menggagas prinsip-prinsip etika dalam mempengaruhi massa (bagi iklan) dan prinsip-prinsip etis konsumsi (bagi konsumen). Dengan demikian, uraian berikut ini akan merupakan “perkawinan” antara kedua pemikiran tersebut.
Metodologi Penelitian
XL
PT XL Axiata Tbk (dahulu PT Excelcomindo Pratama Tbk), atau disingkat XL, adalah sebuah perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia. XL mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 8 Oktober 1996, dan merupakan perusahaan swasta pertama yang menyediakan layanan telepon seluler di Indonesia. Selain itu XL juga menyediakan layanan korporasi yang termasuk Internet Service Provider (ISP) dan VoIP.
PrabayarXL
Prabayar XL merupakan peleburan dari 3 produk prabayar XL sebelumnya, yaitu Bebas, Jempol, dan Jimat.
XL Pascabayar
XL Pascabayar sebelumnya dikenal dengan nama Xplor. Perubahan ini seiring dengan restrukturisasi lini produk XL dimana hanya ada 1 lini produk masing-masing untuk prabayar dan pascabayar.
TELKOMSEL
Telkomsel adalah operator telekomunikasi seluler GSM pertama di Indonesia dengan layanan pascabayar kartu HALO yang diluncurkan pada tanggal 26 Mei 1995. Pada tanggal 1 November 1997, Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Asia yang menawarkan layanan GSM prabayar. Jaringan Telkomsel telah mencakup 288 jaringan roaming internasional di 155 negara pada akhir tahun 2007. Telkomsel telah menjadi operator seluler ketujuh di dunia yang mempunyai lebih dari 100 juta pelanggan dalam satu negara per Mei 2011. Telkomsel memiliki tiga produk GSM, yaitu SimPATI (prabayar), Kartu AS (prabayar), dan kartu HALO (pascabayar). Selain itu, Telkomsel juga memiliki layanan internet nirkabel lewat jaringan telepon seluler, yaitu Telkomsel Flash. Telkomsel bekerja pada jaringan 900/1.800 MHz.
Telkomsel Poin
Program TELKOMSEL poin adalah merupakan program loyalitas pelanggan, yang ditujukkan untuk seluruh pelanggan TELKOMSEL.
HSPA+
Mulai September 2009, Telkomsel menambah layanan HSPA+ (High-Speed Packet Access) dengan kecepatan akses hingga 21 Mbps yang rencananya akan diterapkan di 24 kota di Indonesia hingga akhir tahun 2010. Sayangnya, realisasinya belum berjalan maksimal sehingga sebagian besar penggunanya hanya mendapatkan akses kurang dari 64 Kbps.
GraPARI
GraPARI adalah akronim dari Graha Pari Sraya yang dijadikan nama pusat layanan pelanggan Telkomsel. Nama tersebut berasal dari bahasa Sanskerta yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai tanda penghargaan atas diresmikannya kantor pelayanan Telkomsel di Yogyakarta. Sejak saat itu, seluruh pusat layanan pelanggan Telkomsel ditetapkan dengan nama GraPARI Telkomsel.
A. Definisi Iklan
Menurut Thomas M. Garret, SJ, iklan dipahami sebagai aktivitas-aktivitas yang lewatnya pesan-pesan visual atau oral disampaikan kepada khalayak dengan maksud menginformasikan atau memengaruhi mereka untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi, atau untuk melakukan tindakan-tindakan ekonomi secara positif terhadap idea-idea, institusi-institusi tau pribadi-pribadi yang terlibat di dalam iklan tersebut. Untuk membuat konsumen tertarik, iklan harus dibuat menarik bahkan kadang dramatis. Tapi iklan tidak diterima oleh target tertentu (langsung). Iklan dikomunikasikan kepada khalayak luas (melalui media massa komunikasi iklan akan diterima oleh semua orang: semua usia, golongan, suku, dsb). Sehingga iklan harus memiliki etika, baik moral maupun bisnis.
Masalah moral dalam iklan muncul ketika iklan kehilangan nilai-nilai informatifnya, dan menjadi semata-mata bersifat propaganda barang dan jasa demi profit yang semakin tinggi dari para produsen barang dan jasa maupun penyedia jasa iklan. Padahal, sebagaimana juga digarisbawahi oleh Britt, iklan sejak semula tidak bertujuan memperbudak manusia untuk tergantung pada setuap barang dan jasa yang ditawarkan, tetapi justru menjadi tuan atas diri serta uangnya, yang dengan bebas menentukan untuk membeli, menunda atau menolak sama sekali barang dan jasa yang ditawarkan. Hal terakhir ini yang justru menegaskan sekali lagi tesis bahwa iklan bisa menghasilkan keuntungan-keuntungan bagi masyarkat.
B. Beberapa Prinsip Moral yang Perlu dalam Iklan
Terdapat paling kurang 3 prinsip moral yang bisa dikemukakan di sini sehubungan dengan penggagasan mengenai etika dalam iklan.
Ketiga prinsip itu adalah
(1) masalah kejujuran dalam iklan,
(2) masalah martabat manusia sebagai pribadi, dan
(3) tanggung jawab sosial yang mesti diemban oleh iklan.
Ketiga prinsip moral yang juga digaris bawahi oleh dokumen yang dikeluarkan dewan kepuasan bidang komunikasi sosial untuk masalah etika dalam iklan ini kemudian akan didialogkan dengan pandangan Thomas M. Gerrett, SJ yang secara khusus menggagas prinsip-prinsip etika dalam mempengaruhi massa (bagi iklan) dan prinsip-prinsip etis konsumsi (bagi konsumen). Dengan demikian, uraian berikut ini akan merupakan “perkawinan” antara kedua pemikiran tersebut.
Penutup
Kesimpulan
Dalam periklanan kita tidak dapat lepas dari etika. Dimana di dalam iklan itu sendiri mencakup pokok-pokok bahasan yang menyangkut reaksi kritis masyarakat Indonesia tentang iklan yang dapat dipandang sebagai kasus etika periklanan. Iklan mempunyai unsur promosi, merayu konsumen, iklan ingin mengiming-imingi calon pembeli. Karena itu bahasa periklanan mempergunakan retorika sendiri. Masalah manipulasi yang utama berkaitan dengan segi persuasive dari iklan (tapi tidak terlepas juga dari segi informatifnya). Karena dimanipulasi, seseorang mengikuti motivasi yang tidak berasal dari dirinya sendiri, tapi ditanamkan dalam dirinya dari luar. Maka di dalam bisnis periklanan perlulah adanya kontrol tepat yang dapat mengimbangi kerawanan tersebut.
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Seperti pada kasus PT Megarsari Makmur (produk HIT) masalah yang terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai kandungan-kandungan apa saja yang terkandung dalam produk tersebut

 Saran
1.Pertama, dari sudut pandang etika periklanan (mengacu pada kitab Etika Pariwara Indonesia), jelas bahwa pernyataan “termurah” (suatu bentuk pernyataan superlatif) yang tidak didukung oleh fakta-fakta yang obyektif adalah tidak etis.
2.Kedua, dari sudut ilmu komunikasi periklanan: iklan pada dasarnya (esensinya) adalah suatu janji. Janji antara produsen/penyedia jasa dengan para konsumennya. Hasil polling ini jelas menunjukkan bahwa isi iklan dari produk tersebut yang menjanjikan harga termurah ternyata berbahaya bagi kesehatan.
3.Etika (untuk profesi atau bidang apapun juga) disusun berdasarkan tata budaya  ada disuatu bangsa. Etika mengatur hal-hal yang dianggap normatif (diterima/dibenarkan) oleh kebanyakan masyarakat di suatu negara. Dengan demikian seharusnya justru etika dipandang dengan sangat positif sebagai suatu panduan untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak akan diterima dengan baik oleh masyarakat (konsumen).
Melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungan pada dasarnya boleh dilakukan asal tidak merugikan pihak mana pun dan tentu saja pada jalurnya. Disini perusahaan seharusnya lebih mementingkan keselamatan konsumen yang menggunakan produknya karena dengan meletakkan keselamatan konsumen diatas kepentingan perusahaan maka perusahaan itu sendiri akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena kepercayaan / loyalitas konsumen terhadap produk itu sendiri.
 Daftar pustaka 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar