TUGAS KEORGANISASI TEORI SITUASI
MERANGKUM TEORI SITUASI
TEORI SITUASI
ADALAH Suatu teori kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan situasi dan struktur situasi organisasional yang di hadapi dengan mempertimbangkan waktu dan ruang masing-masing.Teori situasi di bagi menjadi tiga model kepemimpinan yaitu:
Teori kontengensi(contigensy teory))
Teori-teori kontingensi berasumsi bahwa berbagai pola perilaku pemimpin (atau ciri) dibutuhkan dalam berbagai situasi bagi efektivitas kepemimpinan. Teori Path-Goal tentang kepemimpinan meneliti bagaimana empat aspek perilaku pemimpin mempengaruhi kepuasan serta motivasi pengikut. Pada umumnya pemimpin memotivasi para pengikut dengan mempengaruhi persepsi mereka tentang konsekuensi yang mungkin dari berbagai upaya. Bila para pengikut percaya bahwa hasil-hasil dapat diperoleh dengan usaha yang serius dan bahwa usaha yang demikian akan berhasil, maka kemungkinan akan melakukan usaha tersebut. Aspek-aspek situasi seperti sifat tugas, lingkungan kerja dan karakteristik pengikut menentukan tingkat keberhasilan dari jenis perilaku kepemimpinan untuk memperbaiki kepuasan dan usaha para pengikut.
Leader Participation Model menggambarkan bagaimana perilaku pemimpin dalam proses pengambilan keputusan dikaitkan dengan variabel situasi. Model ini menganalisis berbagai jenis situasi yang mungkin dihadapi seorang pemimpin dalam menjalankan tugas kepemimpinannya. Penekanannya pada perilaku kepemimpinan seseorang yang bersifat fleksibel sesuai dengan keadaan yang dihadapinya.
Contoh:Teori ini sangat menyudutkan kepada ketuanya,apabila ketua kellompok buruk atau baik begitupun sebaliknya anggotanya buruk atau baik sehingga teori ini ketua kelompok sangat penting peran aktif menetukan keolompoknya
Teori Vroom dan Yetton
Model ini melihat teori kepemimpinan yang menyediakan seperangkat peraturan untuk menetapkan bentuk dan jumlah peserta pengambil keputusan dalam berbagai keadaan. Teori Yetton dan Vroom mengemukakan bahwa kepuasan dan prestasi disebabkan oleh perilaku bawahan yang pada gilirannya dipengaruhi oleh perilaku atasan, karakteristik bawahan dan faktor lingkungan. Salah satu tugas utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan. Karena keputusan yang dilakukan para pemimpin sering kali sangat berdampak kepada para bawahan mereka, maka jelas bahwa komponen utama dari efektifitas pemimpin adalah kemampuan mengambil keputusan yang sangat menentukan keberhasilan.
Contoh:Bila suatu ketua kelompok menggalakan sebuah diskusi dan ketua kelompok mempunyai ide gagasan A dan anggotanya mempunyai gagasan ide B yang berlawanan sebagai kettua kelompok mengikuti suara pendapat terbanyak anggotannya atau menggabungkan pendapat ketua dan anggotanya.
Teori Path Goal
kepemimpinan sebagai keefektifan pemimpin yang tergantung dari bagaimana pemimpin memberi pengarahan, motivasi, dan bantuan untuk pencapaian tujuan para pengikutnya. Bawahan sering berharap pemimpin membantu mengarahkan mereka dalam mencapai tujuan. Dengan kata lain bawahan berharap para pemimpin mereka membantu mereka dalam pencapaian tujuan-tujuan bernilai mereka. Path Goal Theory menekankan pada cara-cara pemimpin memfasilitasi kinerja kerja dengan menunjukkan pada bawahan bagamana kinerja diperoleh melalaui pencapaian rewards yang diinginkan. Path Goal theory juga mengatakan bahwa kepuasan kerja dan kinerja kerja tergantung pada expectancies bawahan. Harapan-harapan bawahan bergantung pada ciri-ciri bawahan dan lingkungannya.
Contoh:Ada sebuah kelompok A di ketuai A,dan sebagai ketua kelompok memberikan inspirasi yang baik dan motivasi terhadap kelompok nya apabila ketua kelompok tidak memberikan motivasi,pengarahan,dan insprasi terhadap kelompok bagaimana mau menentukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan jadi baik sebuah kelompok ditentukan oleh gaya kepemimpinan kelomponya masing-masing.
CONTOH KASUS:
SONY AK vs Raksasa Elektronik SONY Corp
Ini cerita tentang kasus perseteruan antara seorang blogger Indonesia, SONY ARIANTO KURNIAWAN, dan sebuah perusahaan raksasa elektronika Jepang, SONY Corp. Permasalahan berawal ketika SONY Corp melalui kuasa hukumnya di Indonesia mengajukan gugatan kepada Sony AK sebagai pemilik nama domain Sony-AK.com, untuk mencabut domain Sony-AK.com dari situs/blog miliknya dan menganggapnya telah melanggar merek dagang perusahaan elektronik besar tersebut.
Namun pihak Sony AK tetap bersikeras untuk mempertahankan nama domainnya meski nantinya SONY Corp akan mengiming-iminginya dengan uang yang tidak sedikit. Menurutnya, segala kemungkinan bisa terjadi. Hanya saja, dia pribadi tetap ingin mempertahankan domain tersebut karena domain itu merupakan salah satu pencapaian dalam hidupnya dan dia telah membangun blognya dalam kurun waktu 6-7 tahun. Untuk menunjukkan niat baiknya, di bagian bawah blognya yang bertag «SONY AK Knowledge» Center itu telah ditulis notifikasi bahwa blog tersebut tidak memiliki afiliasi apapun dengan SONY Corp Jepang.
Prediksi Sementara: SONY AK bakalan menang
Sony AK telah memberikan jawaban atas somasi SONY Corp. Isinya antara lain menerangkan bahwa nama domain Sony-AK.com didaftarkan berdasarkan nama depannya (SONY) dan singkatan dari nama belakangnya (ARIANTO KURINAWAN). Selain itu dia juga menegaskan bahwa konten blog Sony-AK.com berisi dengan tulisan-tulisan pribadi dan artikel-artikel yang sesuai dengan kompetensinya di bidang IT.
Langkah itu dinilai tepat oleh pengamat. Hal itu bisa menjadi senjata untuk memenangi pertarungan jika kasus ini dibawa ke jalur hukum. Edmon Makarim, pengamat Cyberlaw Universitas Indonesia, saat dihubungi Okezone.com Jumat 12 Maret 2010, menjelaskan sebagai berikut:
Yang penting jawab saja dulu karena itu baru somasi. Kemungkinan besar bila dibawa ke ranah hukum, Sony AK akan menang karena situs Sony-AK.com tidak berisi kontent yang merugikan SONY Corp, seperti menjelek-jelekan produk SONY dan sebagainya.
Mungkin juga SONY Corp hanya ingin mengetahui ada tidaknya legitimate interest dari situs tersebut. Legitimate interest merupakan kepentingan yang sah atas sebuah domain. Dalam Uniform Domain name Dispute Resolution Procedure (UDRP) pengadu harus dapat membuktikan apakah pihak yang diadukan tak memiliki legitimate interest atau kepentingan yang sah. Selanjutnya, perlu dilihat juga apakah pihak yang diadukan memiliki niatan buruk atau tidak. Hal yang lain untuk masalah nama domain adalah perlu dilihat juga asas first come first serve, alias siapa yang mendaftarkan nama domain tersebut pertama kali.
Penyeselasain Masalah:
Menurut pendapat saya, dengan masalah yang dihadapi sekarang seharusnya gaya kepemimpinan harus diubah dikarenakan apabila terus melakukan gaya kepemimpinan seperti itu akan lebih memperburuk permasalahan tersebut,kepada bawahanya secara berkelompok, lalu bersama – sama merundingkan jalan keluarnya, dan mengambil keputusan yang disetujui oleh semua pihak, lalu secara bersama_sama kembali merencanakan penegembangan berbagai layanan-layanan terbaru kedepannya guna mengembalikan rating atau peringkat tertinggi yang sebagaimana telah menjadi sebagai cita-cita perusahaan dengan gaya kepemimpinan yang bijaksana,inspiratif,dann motivatif dengan melakukan daya persaingan yang sehat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar