Senin, 27 Mei 2013

tugas softskill ke-3



4.Contoh Resensi

MUSIM GUGUR TERAKHIR DI MANHATTAN
Rosie adalah wanita muslimah yang berusia dua puluh sembilan tahun. Ia pernah mengalami peristiwa yang paling memalukan, sembilan tahun yang lalu. Wanita yang selalu memakai jilbab ini pernah gagal menikah bersama mantan kekasihnya, Hans. Itulah yang menyebabkan dirinya tidak ingin berhubungan serius dengan laki-laki. Dan untuk menghindari  gunjingan para tetangganya, akhirnya Rosie pergi ke Manhattan, New York. Di Manhattan, Rosie bekerja di suatu perusahaan Investasi di Wall Street sebagai Financial Planner.
Karena desakan usia dan tuntutan keluarga membuat Rosie menerima pinangan Anthony Luizzo, pria Amerika berdarah Italia yang baru dikenalnya dari seorang imam masjid. Rosie dan Tony memutuskan untuk segera menikah. Setelah lamaran tersebut, Tony mengajak Rosie untuk bertemu dengan keluarganya di Chicago, Italia.
Disana Tony memperkenalkan keluarganya kepada Rosie, mulai dari ibunya yang bernama Maria, adik laki-lakinya Marco, dan adik bungsunya Sophie. Awalnya, Rosie diterima dengan baik oleh keluarga Tony, sampai akhirnya Tony mengumumkan rencana pernikahannya dengan Rosie. Sophie dan Marco sangat tidak setuju dengan rencana tersebut. Maria pun kecewa dengan Tony karena yang dia inginkan anak sulungnya itu menikah dengan gadis berdarah Italia.
Sejak berada di Chicago, Rosie dan Tony sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pernikahannya itu. Karena tidak menemukan gaun yang pas untuk Rosie akhirnya Maria meminjamkan Rosie gaun yang ia pakai ketika menikah dengan Frank, mantan suaminya.
Sebelum pernikahan dilaksanakan, Maria mengadakan acara perkenalan keluarga besar  Luizzo. Semua keluarga Luizzo datang. Pak Muhdi, teman ayah Rosie pun ikut datang. Di acara tersebut Tony kembali melamar Rosie. Sejak itu Rosie mulai menyukai Tony.
Di tengah persiapan pernikahan, kendala demi kendala mulai muncul. Mulai dari perbedaan pendapat antara Rosie dan Tony, Marco yang sering menggoda Rosie, perbedaan keyakinan Rosie dan keluarga Tony dan puncaknya ketika Tony menerima permintaan Jessie sepupunya untuk menjadi ayah baptis anaknya yang baru lahir. Dari situlah Rosie merasa kecewa.
Lalu ketika Rosie melihat halaman belakang rumah Tony, ternyata  sudah tersusun rapi deretan kursi dan bentangan kain yang membentuk lengkungan cantik yang berhias bunga-bunga dan semuanya berwarna putih. Warna yang sangat dibenci Rosie karena mengingatkannya dengan peristiwa pahit kegagalan pernikahannya dengan Hans. Kekecewaan Rosie semakin mendalam, sehingga membuatnya meninggalkan rumah Tony dan memutuskan untuk membatalkan pernikahannya. Tony sakit hati dengan keputusan Rosie, kepergian Rosie membuatnya sadar bahwa ia telah mencintai Rosie. Namun, karena undangan telah disebar dan tidak ingin membuat keluarganya  menanggung malu, akhirnya Tony memutuskan untuk menikah dengan Aurora, teman gereja di masa  kecilnya.
Dua minggu setelah kejadian itu Rosie kembali ke apartementnya. Tiba-tiba Marco datang dengan membawa berita kalau Tony telah menikah dengan Aurora. Rosie terkejut mendengarnya. Ia merasa terpukul dan akhirnya pindah ke Boston, Singapura untuk melanjutkan kuliahnya. Marco menyusul Rosie ke Boston berkat bantuan Silvi, teman Rosie. Di suatu kedai eskrim, Marco bertemu dengan Rosie. Ia memberitahukan bahwa Tony ingin menceraikan Aurora karena Tony telah memergoki Aurora berselingkuh dengan pria lain dan Tony berpikir bahwa anak yang ada dikandungan Aurora bukan darah dagingnya. Rosie merasa gembira, karena ia masih mengharapkan Tony. Dari situlah mereka berhubungan kembali dengan sering bertemu. Marco membantu mereka dengan sering menjemput Rosie menemui Tony. Disitulah Rosie mulai merasa nyaman di dekat Marco.
Tony yang mengetahui bahwa anak yang dikandung Aurora adalah darah dagingnya, akhirnya memutuskan untuk membatalkan rencana perceraiannya dengan Aurora. Ia memanfaatkan keadaan Marco yang sedang dekat dengan Rosie untuk mempermudah memutuskan hubungannya dengan Rosie.
Suatu hari, Tony mengabarkan bahwa ia ingin ke apartement Rosie untuk melamarnya. Marco yang telah mengetahui kabar itu segera meluncur ke apartemen Rosie sebelum Tony datang. Di sana Marco menyatakan cintanya kepada Rosie, Rosie bingung karena ia pun menyukai Marco namun, ia tidak ingin melewatkan kesempatannya untuk kembali dengan Tony. Sebelum Rosie menjawab Marco, tiba-tiba Tony datang dan memberitahukan bahwa ia tidak jadi menceraikan Aurora. Rosie kesal, lagi-lagi ia dikecewakan oleh Tony. Ia mengira bahwa Tony dan Marco telah bekerja sama untuk mempermainkan hatinya.
Dua minggu berlalu, ketika Rosie baru keluar dari tempat kuliahnya ternyata sudah ada Marco yang menghadangnya. Marco tak ingin menyerah untuk mendapatkan hati wanita yang ia cintai. Ia berusaha untuk membuat Rosie percaya kepadanya. Kata-kata Marco membuat hati Rosie tenang. Rosie  telah jatuh hati dengan Marco.
Marco membuktikan rasa cintanya kepada Rosie dengan langsung melamar Rosie ke orang tuanya di Indonesia tanpa sepengetahuan Rosie. Ibunya memberitahu Rosie dan menyuruhnya untuk pulang ke Indonesia. Rosie sanga terkejut ditambah lagi ternyata Marco sudah mualaf dan bisa membaca al-quran. Karena hal itu Rosie menerima lamaran Marco menjadi suaminya. Mereka mendapatkan restu dari orang tuan Rosie. Pernikahan Rosie dan Marco diadakan di Chicago saat musim gugur. Semua keluarga kedua belah pihak datang. Acaranya berlangsung dengan meriah.
Setelah acara pernikahan, Rosie dan Marco mendatangi rumah Tony di Manhattan untuk menempati undangan Tony. Disana Tony merasa hancur, ia masih mencintai Rosie. Tapi ia juga tidak bisa memaksakan kehendaknya karna sekarang Rosie dan Marco telah bersama.
Di sisi lain, Marco dan Rosie sangat berbahagia. Namun, Rosie belum bisa melupakan Tony sepenuhnya, ia pun akan  belajar melupakan bayang-bayang Tony dan mencintai Marco sepenuhnya. Ia sangat senang dan bahagia kini hidupnya telah lengkap dengan kehadiran Marco. Musim gugur terakhir di Manhattan kali ini akan menjadi musim gugur terakhir baginya tanpa pendamping hidup.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar