4.Contoh Resensi
MUSIM GUGUR TERAKHIR DI MANHATTAN
Rosie adalah wanita muslimah yang berusia dua puluh
sembilan tahun. Ia pernah mengalami peristiwa yang paling memalukan, sembilan
tahun yang lalu. Wanita yang selalu memakai jilbab ini pernah gagal menikah
bersama mantan kekasihnya, Hans. Itulah yang menyebabkan dirinya tidak ingin
berhubungan serius dengan laki-laki. Dan untuk menghindari gunjingan para
tetangganya, akhirnya Rosie pergi ke Manhattan, New York. Di Manhattan, Rosie
bekerja di suatu perusahaan Investasi di Wall Street sebagai Financial Planner.
Karena desakan usia dan tuntutan keluarga membuat Rosie menerima
pinangan Anthony Luizzo, pria Amerika berdarah Italia yang baru dikenalnya dari
seorang imam masjid. Rosie dan Tony memutuskan untuk segera menikah. Setelah
lamaran tersebut, Tony mengajak Rosie untuk bertemu dengan keluarganya di
Chicago, Italia.
Disana Tony memperkenalkan keluarganya kepada Rosie,
mulai dari ibunya yang bernama Maria, adik laki-lakinya Marco, dan adik
bungsunya Sophie. Awalnya, Rosie diterima dengan baik oleh keluarga Tony,
sampai akhirnya Tony mengumumkan rencana pernikahannya dengan Rosie. Sophie dan
Marco sangat tidak setuju dengan rencana tersebut. Maria pun kecewa dengan Tony
karena yang dia inginkan anak sulungnya itu menikah dengan gadis berdarah
Italia.
Sejak berada di Chicago, Rosie dan Tony sibuk
mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pernikahannya itu. Karena
tidak menemukan gaun yang pas untuk Rosie akhirnya Maria meminjamkan Rosie gaun
yang ia pakai ketika menikah dengan Frank, mantan suaminya.
Sebelum pernikahan dilaksanakan, Maria mengadakan acara
perkenalan keluarga besar Luizzo. Semua keluarga Luizzo datang. Pak
Muhdi, teman ayah Rosie pun ikut datang. Di acara tersebut Tony kembali melamar
Rosie. Sejak itu Rosie mulai menyukai Tony.
Di tengah persiapan pernikahan, kendala demi kendala
mulai muncul. Mulai dari perbedaan pendapat antara Rosie dan Tony, Marco yang
sering menggoda Rosie, perbedaan keyakinan Rosie dan keluarga Tony dan
puncaknya ketika Tony menerima permintaan Jessie sepupunya untuk menjadi ayah
baptis anaknya yang baru lahir. Dari situlah Rosie merasa kecewa.
Lalu ketika Rosie melihat halaman belakang rumah Tony,
ternyata sudah tersusun rapi deretan kursi dan bentangan kain yang
membentuk lengkungan cantik yang berhias bunga-bunga dan semuanya berwarna
putih. Warna yang sangat dibenci Rosie karena mengingatkannya dengan peristiwa
pahit kegagalan pernikahannya dengan Hans. Kekecewaan Rosie semakin mendalam,
sehingga membuatnya meninggalkan rumah Tony dan memutuskan untuk membatalkan
pernikahannya. Tony sakit hati dengan keputusan Rosie, kepergian Rosie
membuatnya sadar bahwa ia telah mencintai Rosie. Namun, karena undangan telah
disebar dan tidak ingin membuat keluarganya menanggung malu, akhirnya
Tony memutuskan untuk menikah dengan Aurora, teman gereja di masa
kecilnya.
Dua minggu setelah kejadian itu Rosie kembali ke
apartementnya. Tiba-tiba Marco datang dengan membawa berita kalau Tony telah
menikah dengan Aurora. Rosie terkejut mendengarnya. Ia merasa terpukul dan
akhirnya pindah ke Boston, Singapura untuk melanjutkan kuliahnya. Marco
menyusul Rosie ke Boston berkat bantuan Silvi, teman Rosie. Di suatu kedai
eskrim, Marco bertemu dengan Rosie. Ia memberitahukan bahwa Tony ingin
menceraikan Aurora karena Tony telah memergoki Aurora berselingkuh dengan pria
lain dan Tony berpikir bahwa anak yang ada dikandungan Aurora bukan darah
dagingnya. Rosie merasa gembira, karena ia masih mengharapkan Tony. Dari
situlah mereka berhubungan kembali dengan sering bertemu. Marco membantu mereka
dengan sering menjemput Rosie menemui Tony. Disitulah Rosie mulai merasa nyaman
di dekat Marco.
Tony yang mengetahui bahwa anak yang dikandung Aurora
adalah darah dagingnya, akhirnya memutuskan untuk membatalkan rencana
perceraiannya dengan Aurora. Ia memanfaatkan keadaan Marco yang sedang dekat
dengan Rosie untuk mempermudah memutuskan hubungannya dengan Rosie.
Suatu hari, Tony mengabarkan bahwa ia ingin ke apartement
Rosie untuk melamarnya. Marco yang telah mengetahui kabar itu segera meluncur
ke apartemen Rosie sebelum Tony datang. Di sana Marco menyatakan cintanya
kepada Rosie, Rosie bingung karena ia pun menyukai Marco namun, ia tidak ingin
melewatkan kesempatannya untuk kembali dengan Tony. Sebelum Rosie menjawab
Marco, tiba-tiba Tony datang dan memberitahukan bahwa ia tidak jadi menceraikan
Aurora. Rosie kesal, lagi-lagi ia dikecewakan oleh Tony. Ia mengira bahwa Tony
dan Marco telah bekerja sama untuk mempermainkan hatinya.
Dua minggu berlalu, ketika Rosie baru keluar dari tempat
kuliahnya ternyata sudah ada Marco yang menghadangnya. Marco tak ingin menyerah
untuk mendapatkan hati wanita yang ia cintai. Ia berusaha untuk membuat Rosie
percaya kepadanya. Kata-kata Marco membuat hati Rosie tenang. Rosie telah
jatuh hati dengan Marco.
Marco membuktikan rasa cintanya kepada Rosie dengan
langsung melamar Rosie ke orang tuanya di Indonesia tanpa sepengetahuan Rosie.
Ibunya memberitahu Rosie dan menyuruhnya untuk pulang ke Indonesia. Rosie sanga
terkejut ditambah lagi ternyata Marco sudah mualaf dan bisa membaca al-quran.
Karena hal itu Rosie menerima lamaran Marco menjadi suaminya. Mereka
mendapatkan restu dari orang tuan Rosie. Pernikahan Rosie dan Marco diadakan di
Chicago saat musim gugur. Semua keluarga kedua belah pihak datang. Acaranya
berlangsung dengan meriah.
Setelah acara pernikahan, Rosie dan Marco mendatangi
rumah Tony di Manhattan untuk menempati undangan Tony. Disana Tony merasa
hancur, ia masih mencintai Rosie. Tapi ia juga tidak bisa memaksakan
kehendaknya karna sekarang Rosie dan Marco telah bersama.
Di sisi lain, Marco dan Rosie sangat berbahagia. Namun,
Rosie belum bisa melupakan Tony sepenuhnya, ia pun akan belajar melupakan
bayang-bayang Tony dan mencintai Marco sepenuhnya. Ia sangat senang dan bahagia
kini hidupnya telah lengkap dengan kehadiran Marco. Musim gugur terakhir di
Manhattan kali ini akan menjadi musim gugur terakhir baginya tanpa pendamping
hidup.