KELAS:3EA17
NPM:11210537
Sumber:http://rumthe.wordpress.com/2011/05/16/proses-penalaran-dari-sudut-pandang-penggunaan-bahasa-indonesia/
Penalaran
Dalam Proses Berbahasa
PENALARAN
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera
(pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi
yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap
benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak
diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Penalaran secara literal Bahasa
Inggris adalah reasoning. Berasal dari kata reason, yang secara literal berarti
alasan. Berarti reasoning atau to reason adalah memberikan/memikirkan
alasan. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam proses penalaran dimaksudkan
dalam Penulisan Ilmiah yang akan disajikan pada penjelasan dibawah ini. dalam
pembahasan kali ini akan di bahas proses penalaran digunakan untuk menyusun
Penulisan Ilmiah.
Penalaran merupakan bentuk tertinggi dari ke tiga bentuk pemikiran
tersebut , sehingga penalaran akan lebih rumit jika dibandingkan dengan
pengertian dan pernyataan (proporsisi). Penalaran adalah proses berpikir
yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan
sejumlah konsep dan pengertian. Tujuan dari penalaran adalah untuk menentukan
secara logis dan objektif, apakah suatu pernyataan valid (benar atau salah)
sehingga pantas untuk diyakini atau dianut.
Bila dilihat dari definisi teori,
maka ada 3 komponen pembentuk penalaran yaitu,
a.
pernyataan (asersi),
Pernyataan merupakan masukan (input) dari penalaran
b.
Keyakinan
adalah kebersediaan untuk menerima
bahwa suatu asersi adalah benar tanpa memperhatikan apakah argumen valid atau
tidak atau apakah asersi tersebut benar atau tidak.
c.
Argumen
merupakan proses dari penalaran,
yaitu proses saling menginferensikan pernyataan-pernyataan yang ada. Kemudian,
keyakinan bahwa pernyataan konklusi valid adalah keluaran (output) dari
penalaran. Argumen merupakan serangkaian asersi beserta inferensi atau
penyimpulan yang terlibat didalamnya, merupakan poin penting dalam penalaran.
Argumen ini merupakan bukti rasional akan kebenaran suatu pernyataan. Berarti,
argumen berfungsi untuk memelihara, membentuk, atau mengubah keyakinan.
Berikut ini adalah contoh
kalimat penalaran : “Pemimpin teroris mengatakan bahwa orang-orang diluar
dari orang golongannya adalah kafir dan halal untuk dibunuh. Kalau kita tanya
ke pemimpin teroris, kenapa Pak pimpinan teroris? Jawabannya, karena tertulis
bahwa yang diluar jalan kita, adalah kafir. Atau mungkin jawaban lainnya, saya
ini pimpinan yang dipilih oleh kekuasaan yang lebih tinggi. Kalian bisa percaya
kekuasaan tertinggi, maka kalian harusnya bisa percaya kata-kata saya.”
Contoh diatas menjelaskan bahwa
pemimpin teroris membuat pernyataan. Pernyataan ini digunakan untuk membentuk
keyakinan. Pernyataan dari pemipin teroris beserta alasannya perlu kita kaji
dengan menggunakan penalaran. Penalaran akan menentukan apakah pernyataan dari
pimpinan teroris ini layak untuk kita yakini atau tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar